Umum

6 Cara Pengajuan KPR BRI Terbaru 2022 : Syarat & Ketentuan

Seperti yang kita tahu, KPR BRI menjadi incaran banyak orang yang ingin meminjam uang. Namun tidak banyak yang tahu bagaimana cara mengajukan KPR BRI yang benar.

KPR BRI merupakan solusi bagi masyarakat yang ingin membeli rumah secara kredit dengan bunga rendah. Selain itu, BRI merupakan salah satu bank yang menawarkan KPR dengan suku bunga yang lebih kompetitif dibandingkan bank lain.

Selain itu, persyaratan pengajuan KPR BRI juga lebih sederhana dan BRI memiliki jaringan yang lebih luas hingga pelosok nusantara sehingga memudahkan nasabah untuk datang ke kantor BRI untuk berbisnis. Aplikasi KPR BRI. Namun, sebelum melanjutkan untuk mengajukan KPR BRI, ada baiknya Anda memahami terlebih dahulu jenis-jenis KPR BRI seperti yang diuraikan di bawah ini.

Ada dua jenis KPR BRI yang perlu Anda ketahui, yaitu KPR BRI subsidi dan KPR BRI non subsidi. Bagi yang kurang jelas bisa lihat penjelasannya FDOKU.COM pengikut.

1. KPR BRI Subsidi

Jenis KPR BRI yang pertama adalah KPR BRI bersubsidi. KPR jenis ini diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan jangka waktu penyelesaian dan bunga serendah 5%.

Oleh karena itu, siapapun dapat dengan mudah memiliki rumah idamannya dengan KPR BRI subsidi ini. Namun, KPR jenis ini belum disesuaikan dengan ketentuan dan peraturan pemerintah masing-masing.

2. KPR BRI Tanpa Subsidi

Berbeda dengan jenis KPR BRI sebelumnya, jenis KPR ini tidak diperuntukkan bagi masyarakat MBR karena KPR BRI non subsidi ini memiliki bunga yang variatif. Bunga KPR BRI Non Subsidi ini adalah 6,5% (tetap untuk tahun pertama) dan 9,5% (tetap untuk 3 tahun pertama) dengan jangka waktu cicilan sampai dengan 20 tahun, apabila jangka waktu tetap berakhir maka Suku Bunga Variable (bervariasi) ) akan mengikuti kebijakan Bank Indonesia.

Meski bunganya tinggi, layanan ini bisa digunakan untuk membeli rumah baru, rumah komersial atau rumah bekas sesuai keinginan pembeli. Namun, ada syaratnya, yakni pengembang harus sudah bekerja sama dengan BRI terlebih dahulu.

Cara mengajukan KPR BRISetelah mengetahui jenis-jenis KPR BRI, Anda bisa melanjutkan untuk mengajukan KPR BRI. Namun, sebelum mengajukan KPR BRI, syarat dan ketentuan serta deklarasi harus dipenuhi.

  1. Pertama, isi Formulir Pengajuan KPR BRI.
  2. Warga Negara Indonesia (WNI).
  3. Berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah.
  4. Tempat tinggal atau tempat kerja, tempat usaha atau tempat praktik pemohon masih dalam satu wilayah dengan KC/KCP tersebut.
  5. Buka rekening BRItama.
  6. Lampirkan dokumen-dokumen yang diminta pihak bank untuk kelengkapan pengajuan pinjaman.

Setelah semua persyaratan pengajuan KPR BRI terpenuhi, maka pemohon dapat langsung mengajukan ke bank BRI terdekat dengan membawa dokumen persyaratan. Dokumen-dokumen yang diperlukan untuk mengajukan KPR adalah sebagai berikut.

  1. Fotokopi KK dan KTP.
  2. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak).
  3. pernyataan upah.
  4. Foto paspor terbaru dari pemohon, jika sudah menikah, foto terbaru dari pasangan.

Selain itu, pemohon KPR Subsidi perlu menyiapkan dokumen tambahan seperti berikut ini.

  1. Slip gaji atau slip gaji per bulan dari perusahaan.
  2. Fotokopi disposisi terakhir pegawai tetap.
  3. Kirim surat lamaran.
  4. Sertifikat atau pengesahan perusahaan (jika diperlukan).

biaya pengajuan

Harap dicatat bahwa biaya akan dikenakan saat mengajukan hipotek. Oleh karena itu, pemohon harus membayar biaya dalam bentuk berikut.

  • Biaya administrasi sebesar 0,1% dari total jumlah pinjaman yang disetujui.
  • Biaya Asuransi dan Kontrak.
  • Biaya komitmen 1% dari total jumlah pinjaman.

Tips agar KPR BRI cepat disetujui

Pengajuan KPR BRIJika Anda sudah mengajukan KPR ke bank dan ingin pengajuan KPR cepat disetujui, pemohon bisa mengikuti beberapa tips di bawah ini.

1. Pahami aturan yang berlaku

Langkah awal agar pengajuan KPR cepat disetujui adalah dengan memahami aturan yang berlaku. Misalnya, pemohon harus membuat anggaran biaya seperti biaya notaris, biaya asuransi, biaya pajak penjualan, dan biaya lainnya.

Selain itu, pemohon juga harus mematuhi peraturan yang berlaku dan tidak melanggarnya, karena pelanggaran akan mengakibatkan penolakan permohonan hipotek.

2. Mengisi dokumen

Langkah selanjutnya adalah mengisi dokumen. Dokumen-dokumen ini merupakan persyaratan yang harus diisi jika Anda ingin mengajukan KPR. Jika ada dokumen yang tidak diisi, kemungkinan besar bank tidak akan menyetujui aplikasi hipotek.

Oleh karena itu, saat mengajukan KPR, jangan pernah meninggalkan satu dokumen pun dan usahakan untuk mengecek kelengkapan dokumen sebelum mengajukan KPR.

3. Mematuhi syarat dan ketentuan bank

Langkah terakhir adalah memenuhi syarat dan ketentuan bank yang berlaku. Bank memiliki berbagai syarat yang harus dipenuhi dan tidak boleh dilanggar. Jika salah satu syarat tersebut dilanggar, bank dapat menolak permohonan KPR.

Biasanya ada peraturan yang sering dilanggar seperti batasan usia atau lupa besaran maksimal per bulan yang tidak boleh melebihi gaji 30%. Untuk memastikan aplikasi tidak ditolak, Anda harus selalu memperhatikan spesifikasi bank.

Kesimpulan

Itulah berbagai cara pengajuan KPR BRI dan tips pengajuan KPR BRI yang cepat disetujui. Dengan cara ini, pemohon KPR BRI dapat mempersiapkan segala persyaratan yang dikenakan oleh pihak bank.

Cara ini juga biasa digunakan oleh para aplikan untuk mengajukan KPR BRI. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat, lihat juga”Contoh surat kuasa pengambilan BPKB Motor‘ untuk informasi lebih lanjut.

Mantan mahasiswa jurusan Ekonomi Islam di universitas ternama di Indonesia yang kini bekerja sebagai penulis di cicilan.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

| |
Back to top button