Umum

5 Penyebab Pengajuan KUR BRI Ditolak dan Solusinya

Tidak semua nasabah dapat mengajukan pinjaman KUR BRI. Banyak nasabah yang ditolak saat mengajukan pinjaman ini. Alasannya beragam dan untuk mengetahui mengapa pengajuan KUR BRI ditolak, silakan baca informasi berikut di Installment.id.

KUR (Kredit Usaha Rakyat) adalah pinjaman berbunga rendah khusus untuk pengusaha mikro atau UMKM. Pinjaman ini memiliki suku bunga yang lebih rendah dibandingkan pinjaman Bank BRI lainnya. Itulah mengapa banyak orang yang tertarik untuk mengajukan pinjaman.

Proses pengajuan KUR BRI sebenarnya cukup sederhana. Yang terpenting, Anda harus memenuhi semua persyaratan pengajuan yang ditetapkan oleh Bank BRI. Jika semua persyaratan terpenuhi, Anda dapat mengajukan pinjaman hingga maksimal Rp. 500 juta.

Besaran limit kredit tergantung jenis KUR yang dipilih. Ada tiga jenis pinjaman KUR yang ditawarkan Bank BRI diantaranya KUR Mikro, KUR TKI dan KUR Kecil. Anda dapat memilih salah satunya sesuai dengan kebutuhan kredit Anda.

Jika Anda membutuhkan pinjaman dalam jumlah besar, Anda dapat memilih KUR Kecil yang memiliki plafon pinjaman hingga Rp. 500 juta. Selain itu, Anda juga bisa mengajukan KUR Mikro dengan maksimal pinjaman hingga Rp. 50 juta. KUR TKI kini memiliki limit kredit hingga Rp 25 juta.

Untuk memudahkan pengajuan pinjaman, kami sarankan Anda memilih KUR Mikro. Karena proses pengajuan KUR Mikro dapat dilakukan secara online melalui website kur.bri.co.id. Dengan adanya fasilitas ini, pengajuan KUR menjadi lebih mudah.

Bagi yang belum pernah mencoba mengajukan KUR online, silahkan lihat informasi sebelumnya di “Syarat dan Tata Cara Pengajuan KUR BRI Online“. Meski pengajuan KUR BRI bisa dilakukan secara online, bukan berarti pengajuan akan langsung diterima.

BRI terlebih dahulu mengecek kelayakan nasabah, apakah berhak mendapatkan pinjaman atau tidak. Jika ternyata permohonan ditolak, maka kemungkinan penyebabnya adalah sebagai berikut

Alasan penolakan pengajuan KUR BRI

Pengajuan KUR BRI ditolak

1. Jenis transaksi yang tidak sesuai dengan ketentuan BRI

Syarat utama pengajuan KUR BRI adalah harus memiliki usaha yang produktif dan menguntungkan. Tidak semua jenis transaksi dapat diterima. Bank BRI terlebih dahulu memeriksa jenis usaha yang dilakukan nasabah untuk menentukan layak atau tidaknya mereka mendapatkan pinjaman.

Toko telah aktif setidaknya selama 6 bulan. Jika lebih rendah, aplikasi dapat ditolak. Pendapatan usaha bulanan juga menjadi salah satu pertimbangan Bank BRI saat menyetujui pengajuan pinjaman.

Jika penghasilan bulanan cukup rendah dan tidak dapat menutupi cicilan bulanan, maka secara otomatis bank BRI menolak permohonan tersebut. Apalagi di era pandemi ini, banyak perusahaan yang mengalami penurunan penjualan hingga tidak mampu membayar cicilan.

Kami menyarankan untuk menyesuaikan jumlah pinjaman dengan pendapatan bulanan. Jangan sampai penghasilan Anda merugi karena habis untuk cicilan. Kegagalan untuk membayar kemudian dapat mengakibatkan bank mengambil agunan.

2. Apakah Anda memiliki pinjaman bank lain

Salah satu penyebab ditolaknya pengajuan KUR BRI adalah nasabah masih memiliki kredit di Bank BRI atau bank lain. Anda harus terlebih dahulu menyelesaikan pinjaman agar aplikasi dapat diterima.

Namun, jika Anda mendapatkan pinjaman konsumtif seperti KPR, KKB, dan kartu kredit, maka hal tersebut tidak menjadi masalah karena Anda tetap bisa mengajukan pinjaman KUR BRI tanpa harus menutup pinjaman konsumtif.

Misalnya, jika Anda masih memiliki Pinjaman KTA Bank BRI, maka pinjaman harus dilunasi di muka. Setelah lunas, Anda bisa mengajukan pinjaman KUR BRI.

3. Memiliki riwayat kredit yang buruk

Bank BRI terlebih dahulu memeriksa kelayakan kredit nasabah sebelum memutuskan menyetujui atau menolak permohonan KUR BRI. Ujian dilakukan melalui laporan SLIK OJK atau dulu dikenal dengan ujian BI.

Apabila nasabah memiliki riwayat kredit yang buruk dan masuk dalam daftar hitam, maka Bank BRI berhak untuk menolak pengajuan KUR BRI. Jadi, bisa dikatakan inilah salah satu alasan utama ditolaknya pengajuan KUR BRI.

Bagi mereka yang menghadapi masalah pinjaman bank atau pinjaman online, kemungkinan besar akan masuk dalam laporan SLIK OJK.

Namun, jika Anda memiliki riwayat kredit yang baik, kemungkinan mendapatkan pinjaman KUR BRI terbuka lebar.

4. Agunan tidak sesuai dengan pinjaman

Permohonan KUR BRI dalam jumlah besar harus disertai jaminan berupa BPKB sepeda motor, mobil atau sertifikat tanah. Nilai jaminan harus sesuai dengan nominal pinjaman. Jika nilainya terlalu kecil, pengajuan KUR BRI akan ditolak.

Misalnya, jika Anda mengajukan pinjaman sebesar Rp. 60 juta, harus menyertakan agunan yang nilainya lebih tinggi. Bagaimana jika Anda tidak memiliki jaminan? Bagi yang belum memilikinya, Anda bisa memilih pinjaman KUR BRI tanpa agunan.

5. Persyaratan administrasi tidak lengkap

Penyebab selanjutnya adalah karena persyaratan administrasi yang tidak lengkap. Beberapa syarat harus dipenuhi, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut

  1. Identitas berupa KTP
  2. Tiket keluarga (KK)
  3. Lisensi bisnis
  4. NPWP untuk pinjaman di atas Rp50 juta

Semua persyaratan dokumen di atas harus lengkap saat mengajukan KUR BRI. Jika syarat tidak terpenuhi, permohonan dapat ditolak.

Kesimpulan

Selain penyebab di atas, masih ada berbagai penyebab lainnya. Sebaiknya hubungi perwakilan BRI secara langsung terkait masalah Anda. Anda juga dapat mengajukan kembali KUR BRI jika Anda merasa telah memenuhi semua persyaratan yang dibutuhkan.

Demikian informasi di cicilan.id tentang alasan ditolaknya pengajuan KUR BRI. Semoga informasi yang disampaikan di atas bermanfaat, dan silahkan baca juga artikel sebelumnya tentang kenapa pengajuan Shopee Paylater ditolak dan berbagai artikel lainnya.

Founder dan CEO cicilan.id yang sebelumnya bekerja sebagai pegawai di sebuah bank swasta dan mengetahui seluk beluk dunia pinjaman di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

| |
Back to top button